4 Tantangan Yang Harus Dihadapi Guru Masa Kini

4 Tantangan Yang Harus Dihadapi Guru Masa Kini – Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar ke-4 dunia selayaknya memanfaatkan keunggulan komparatif tersebut.

Terlebih lagi, negara ini mempunyai jumlah penduduk muda yg akbar. Badan Pusat Statistik mencatat, paling tidak 40 persen dari 260 juta penduduk Indonesia adalah generasi milenial.

Besarnya populasi belia tersebut menyebabkan situasi yg dikenal sebagai insentif demografi.

“Bila ingin memetik keuntungan menurut bonus demografi, kita perlu mendongkrak kualitas asal daya manusia semenjak saat ini. Pendidikannya paling tidak mesti setara SMA atau SMK,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Supriano dalam Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, pada Jakarta, Selasa (dua/10/2018).

Dalam rangka mengangkat kualitas penduduk Tanah Air, ucap Supriano, peran pengajar sebagai ujung tombak pendidikan juga mesti ditingkatkan.

Sebab, sedikitnya ada empat tantangan pendidikan yang mesti dihadapi guru zaman sekarang. Aspek-aspek itu merupakan:

1. Revolusi industri 4.0

Pengaruh teknologi digital semakin menyatu menggunakan hayati insan. Itulah esensi berdasarkan revolusi industri 4.0 ketika ini. Segala sesuatunya mulai inheren menggunakan penggunaan internet (internet of things).

“Kondisi tadi menimbulkan potensi hilangnya sejumlah pekerjaan pada masa depan. Inilah yg mesti disiapkan guru terhadap anak muridnya semenjak dini,” kata Supriano.

2. Globalisasi

Kompetisi antarnegara diyakini bakal semakin trengginas dalam beberapa ketika ke depan.

Saat ini saja, Indonesia bersama negara Asia Tenggara sudah menyatu dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Persaingan dunia tersebut dicermati Supriano membuat peningkatan kualitas pengajar sebagai suatu keniscayaan. Dengan begitu, kompetensi murid pun mampu semakin baik.

3. Kebutuhan domestik

Indonesia sebagai negara yang ekonominya tengah berkembang membutuhkan pasokan sumber daya insan yang banyak pula.

Nah, agar ekonomi suatu negara kuat tentunya diperlukan keandalan dari para penduduknya.

“Kita mau tak mau mesti mencetak generasi-generasi unggul pada masa mendatang,” ungkap Supriano.

4. Bertumbuhnya generasi milenial

Besarnya penduduk belia Indonesia dicermati menjadi suatu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.
Pola-pola pengajaran monoton selayaknya mulai ditinggalkan. Sebab, generasi milenial lazimnya cepat jenuh dan menyukai kegiatan bergerak maju.

“Apalagi media umum makin berkembang di kalangan generasi milenial. Inilah tantangan bagi guru & global pendidikan Indonesia saat ini,” tuntas Supriano. Baca:¬†www.sekolahan.co.id/