Analisis Delik Kasus Pencurian Serta Kesimpulannya

Analisis Delik Kasus Pencurian Serta Kesimpulannya

 

Kasus Pencurian

Subandi, pria 24 tahun nekat mencuri laptop milik pelajar SMP pada hari Jumat tanggal 02 November 2012 pukul 13.00 Wita. Pelaku yang berprofesi sebagai pegawai swasta ini, mengaku niatnya muncul saat melihat Devy dan temannya sedang memegang laptop di balai – balai depan rumahnya. Pelaku yang mengendarai sepeda motor berhenti di depan korban dengan keadaan mesin motor tidak dimatikan.

Analisis Delik Kasus Pencurian Serta Kesimpulannya

Pelaku dengan modus berpura – pura menanyakan alamat lalu merampas laptop korban saat keadaan lengah. Korban refleks memegang kaki pelaku yang berusaha kabur dengan sepeda motornya yang berakibat korban mengalami luka lecet pada kedua kakinya. Teman korban yang berada di lokasi berteriak sehingga orang tua korban dan warga pun berdatangan menangkap korban. Wagar yang kesal dengan ulah pelaku, membakar sepeda motor yang digunakan pelaku menjalankan aksinya.

Akhirnya polisi tiba dan mengamankan pelaku ke polsek setempat. Barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik pelaku yang telah dibakar warga dan satu unit laptop milik korban pun ikut juga diamankan polisi.
Di hadapan polisi, pelaku mengakui dan menyesali perbuatannya dan membenarkan keterangan saksi – saksi. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun .

Analisa Kasus

Berdasarkan pasal 362 yang disebut pencurian adalah “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”
Dari hasil pengamatan kasus di atas diperoleh petunjuk bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan yang dilakukan oleh SUBANDI alias BANDI terhadap korban perempuan Devy, sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat (1) KUHPidana.

1. Barang siapa

Yang dimaksud dengan “barang siapa” dalam KUHP merujuk pada subjek hukum sebagai pelaku daripada suatu delik, yaitu “setiap orang” yang tidak terganggu jiwanya sehingga kepadanya dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya. Jika dikaitkan dengan perbuatan pelaku yakni dengan terang – terangan dan dengan tenaga melakukan pencurian dengan kekerasan sehingga unsur ini bisa terpenuhi.

2. Dengan sengaja mengambil barang sesuatu

“Dengan sengaja” diartikan sebagai mengetahui dan menghendaki, dari fakta hukum dan barang bukti yang diperoleh bahwa benar Pelaku mengetahui laptop tersebut adalah bukan miliknya dan menghendaki laptop tersebut untuk dimiliki. Dengan demikian unsure ini telah terpenuhi.

3. Sebagian atau seluruhnya milik orang lain

Berdasarkan keterangan saksi yang saling bersesuaian dengan keterangan pelaku dan diperoleh fakta hukum bahwa laptop tersebut milik korban, bukan milik pelaku. Dengan demikian unsur ini pun terpenuhi.

4. Dengan maksud untuk dimiliki dengan melawan hukum

Berdasarkan data diperoleh fakta bahwa pelaku melakukan perampasan terhadap laptop milik Devy lalu langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor milinya. Dengan demikian unsur ini juga terpenuhi.

5. Didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memudahkan perbuatannya.

Perbuatan Subandi mengambil dengan cara menarik paksa laptop korban dimana laptop tersebut sementara berada di tangan korban karena korban memegang kaki pelaku yang berusaha melarikan diri mengakibatkan korban mengalami luka lecet pada kaki. Jika dikaitkan dengan perbuatan pelaku maka unsur ini bisa terpenuhi.

Berdasarkan fakta hukum diperoleh tidak terdapat alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat menghapus kesalahan maupun sifat melawan hukum dari perbuatan yang telah dilakukan tersebut, sehingga sesuai pasal 193 ayat (1) KUHAP, terdakwa harus dijatuhi pidana yang setimpal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selain dari itu terdapat pula hal – hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam pengajuan tuntutan pidana, yaitu :

Hal – hal yang memberatkan :

· Meresahkan masyarakat
· Menjadikan anak dibawah umur sebagai korbannya

Hal – hal yang meringankan :

· Mengakui dan menyesali perbuatannya
· Belum menikmati hasil perbuatannya

Kesimpulan Berdasarkan Data

Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kasus di atas telah memenuhi unsur – unsure delik, sebagai berikut.
1. Pembuat/ Subyektif (unsur yang terdapat pada diri pelaku)
a. Kesalahan
· Dolus/ Kesengajaan
· Culpa/ Kealpaan
b. Dapat dipertanggungjawabkan
c. Tidak ada alasan pemaaf
2. Perbuatan/ Obyektik
a. Bersifat melawan hukum
b. Tidak ada alasan pembenar

 

Artikel Terkait: