AUP Mengambil Peluang Sebagai Pelopor Penerbit Buku Sastra.

AUP Mengambil Peluang Sebagai Pelopor Penerbit Buku Sastra.

AUP Mengambil Peluang Sebagai Pelopor Penerbit Buku Sastra.
AUP Mengambil Peluang Sebagai Pelopor Penerbit Buku Sastra.

Airlangga University Press (AUP) berkomitmen untuk menjadi pelopor penerbitan buku buku sastra, seperti yang dikatakan Aribowo selaku Direktur AUP kepada beritajatim.com selepas acara peluncuran buku Jihwa Gra Van Cana, antologi puisi karya F. Aziz Manna salah satu sastrawan Nasional Indonesia dari Surabaya yang diterbitan oleh AUP di C2O Library and Collabtive Surabaya, Jumat (26/7/2019).

Selama ini kepenerbitan buku yang dilakukan oleh penerbit resmi dari universitas terkemuka di Indonesia memiliki peluang melegitimasi kualitas buku buku bacaan termasuk sastra. Aribowo mengatakan bahwa selama ini Oxford, pun memiliki daftar resmi buku buku yang memang diterbitkan untuk dijadikan koleksi terlepas dari buku komersial.

Dalam 4 tahun belakangan ini, AUP sedang menggalakkan penerbitan buku sosial dan sastra,

yang biasanya cenderung condong pada penerbitan buku-buku kesehatan. Aribowo mengatakan bahwa ia melihat peluang, karena karya kreatif tidak banyak terbit di penerbit Instansi Fakultas.

“Kekosongan penerbitan karya kreatif dari universitas secara tidak sadar membentuk wacana bahwa karya puisi novel bukan karya ilmiah padahl Uniar memiliki fakultasnya, jurusannya dan meluluskan sarjananya. Artinya ada jembatan yang terputus antara ruang sastra sebagai ilmu pengetahuan dan pembaca yang menerima itu sekedar fiksi belaka,” ungkapnya.

Karya kreatif harusnya bisa menjadi modal legitimasi yang kuat untuk UNAIR

sebagai salah satu kampus terbaik dibidang humaniora. Untuk itu ia mencoba menjadi pionir dalam penerbitan buku sastra di Jawa Timur.

Peluncuran buku Jihwa Gra Van Cana juga menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut. Aribowo berharap dengan kerjasama Komunitas Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) dapat memantik geliat sastra di Jawa Timur.

“Aziz ini merupakan pensyair yang sudah jadi, tulisannya memiliki standar yang tinggi dan berskala nasional sehingga saya rasa menjadi pemantik yang baik untuk diterbitkan,” tambahnya.

Aribowo juga meyakini sastrawan yang bukunya diterbitkan oleh AUP telah memiliki standar

yang tinggi dan akan menjadi sastrawan yang memiliki pondasi mantab di Indonesia setara, karena Surabaya menjadi basis yang baik dan memiliki standar estetika yang matang.

“Mudah-mudahan sastrawan Jawa Timur mampu mengangkat sastra Jawa Timur di kancah yang lebih luas. Karena UNAIR memiliki Fakultas Ilmu Budaya dan Jurusan Sastra yang memiliki energi kesastraan yang lebih dalam,” ungkap Aribowo.

 

Sumber :

https://s.id/890f2