Ciri-ciri Pantun

Ciri-ciri Pantun

Abdul Rani (2006:23) mengatakan bahwa ciri-ciri pantun sebagai berikut:

  1. Terdiri atas empat baris.
  2. Tiap baris terdiri atas 9 sampai 10 suku kata.
  3. Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya berisi maksud si pemantun. Bagian ini disebut isi pantun.
  4. Pantun mementingkan rima akhir dan rumus rima itu disebut dengan abjad /ab-ab/. Maksudnya, bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan baris kedua sama dengan baris keempat.

Syarat-syarat pantun

Menurut Effendy (1983:28), syarat-syarat dalam pantun adalah:

  1. a)Tiap bait terdiri dari empat baris
  2. b)Tiap baris terdiri dari empat atau lima kata atau terdiri dari delapan atau sepuluh suku kata
  3. c)Sajaknya bersilih dua-dua: a-b-a-b. dapat juga bersajak a-a-a-a.
  4. d)Sajaknya dapat berupa sajak paruh atau sajak penuh
  5. e)Dua baris pertama tanpa isi disebut sampiran, dua baris terakhir merupakan isi dari pantun itu.
  6. Jenis-jenis Pantun

Suroto (1989:44-45) membagi pantun menjadi dua bagian yaitu:

  1. a)Menurut isinya:

o   pantun anak-anak, biasanya berisi permainan.

o   pantun muda mudi, biasanya berisi percintaan.

o   Pantun orang tua, biasanya berisi nasihat atau petuah. Itulah sebabnya, pantun ini disebut juga pantun nasihat.

o   Pantun jenaka, biasanya berisi sindiran sebagai bahan kelakar.

o   Pantun teka-teki

  1. b)Menurut bentuknya atau susunannya:

o   pantun berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait satu dengan bait kedua, bait kedua dengan bait ketiga dan seterusnya. Adapun susunan kaitannya adalah baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya.

o   Pantun kilat, sering disebut juga karmina, ialah pantun yang terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran sedang baris kedua merupakan isi. Sebenarnya asal mula pantun ini juga terdiri atas empat baris, tetapi karena barisnya pendek-pendek maka seolah-olah kedua baris pertama diucapkan sebagai sebuah kalimat, demikian pula kedua baris yang terakhir.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/