Evaluasi diri

Evaluasi diri

Evaluasi diri
Evaluasi diri

Seorang bocah laki-laki datang ke sebuah telepon umum. Karena kurang tinggi, dia ambil kardus di dekat situ dan naik di atasnya sehingga bisa menekan tombol angka di telepon koin itu.
Penjual koran di sebelahnya, memperhatikan tingkah laku si Bocah, tertarik menguping percakapan teleponnya.
Bocah : “Ibu, bisakah saya dapat pekerjaan memotong rumput di halaman rumah ibu?”
Ibu (di ujung telepon) :  “Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya..”
Bocah : “Ibu bisa bayar saya setengah dari upah orang itu.”
Ibu : “Tapi saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu dik.”
Bocah (dengan sedikit memaksa) : “Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu rumah ibu akan jadi yang tercantik dari semua rumah lingkungan Ibu.”
Ibu : “Tidak dik, terima kasih.”

Bocah itu menaruh gagang telepon dgn senyum di wajahnya. Si Bapak penjual koran yg dari tadi mendengarkan kemudian menghampiri bocah itu.
Bapak : “Nak, aku suka sikap dan semangatmu. Aku ingin menawarkanmu pekerjaan..”
Bocah : “Tidak Pak.. Terima kasih..”
Bapak : “Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan?”
Bocah : “Oh… itu, saya cuma mau mengecek apa pekerjaan saya sudah bagus. Saya sendiri yang bekerja untuk Ibu tadi.”

Pernahkah kita mengevaluasi hasil kerja kita? Apakah hasilnya sesuai, melebihi atau di bawah harapan? Sayangnya sedikit dari kita yang mau meluangkan waktu untuk mengevaluasinya.

Semoga di tahun baru ini, dapat membuat kita berubah menjadi lebih baik.

Sumber : https://aziritt.net/