Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Vegetasi

Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Vegetasi

Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Vegetasi
Hubungan Ketinggian Tempat dengan Jenis Vegetasi

Makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut

suhunya akan semakin dingin. Oleh karena itu, suhu di daerah pegunungan lebih dingin dibandingkan dengan dataran rendah. J.W. Junghuhn, seorang ahli tumbuhan dari Jerman, telah membagi kelompok tumbuhan menurut tinggi rendahnya suatu tempat yang didasarkan pada tanaman perkebunan, sebagai berikut:

  1. Daerah panas, dengan ketinggian antara 0-700 meter dpl, merupakan areal yang tepat untuk pertumbuhan tanaman perkebunan seperti: cokelat, kopi, karet, tembakau, dan kelapa;
  2. Daerah sedang, dengan ketinggian antara 700-1.500 meter dpl, merupakan areal yang tepat untuk tanaman perkebunan seperti: pinang, kopi, teh, dan kina;
  3. Daerah dingin, dengan ketinggian antara 1.500-2.500 meter, merupakan areal yang tepat untuk jenis tanaman cemara;
  4. Daerah sangat dingin, dengan ketinggian antara 2.500-3.500 meter, merupakan areal yang tepat untuk rumput-rumput kerdil dan hutan alpin;
  5. Daerah salju, yang berketinggian >3.500 meter, merupakan areal yang tidak mampu ditumbuhi tanaman karena permukaannya diliputi salju.

Hubungan Bentang Lahan dan Keadaan Tanah dengan Jenis Vegetasi

Bentang lahan dengan tanah subur yang berasal dari material vulkanis merupakan tempat yang biasa ditumbuhi oleh hutan lebat dan berbagai macam tumbuhan di dalamnya. Daerah ini mempunyai jenis tanaman yang beraneka ragam yang biasa disebut hutan heterogen.

Bentang lahan dengan tanah kurang subur yaitu

di tanah yang tandus yang biasanya merupakan lapukan dari material kapur, lebih banyak ditumbuhi oleh semak belukar, rumput, dan alang-alang. Bentang lahan daerah pantai berawa-rawa dan bertanah lumpur yang biasa disebut daerah rawa, didominasi oleh tumbuhan hutan mangrove (bakau).

Baca Juga :