Kartu Kredit Maksimal 2,95 Persen

Kartu Kredit Maksimal 2,95 Persen

Kartu Kredit Maksimal 2,95 Persen
Kartu Kredit Maksimal 2,95 Persen

Nasabah yang selama ini tercekik bunga kartu kredit yang agak tinggi bisa bernafas lega. Melalui Surat Edaran (SE) No 14/34 / DASP, Bank Indonesia (BI) mematok bunga kartu kredit maksimal 2,95 persen per bulan atau 35,4 persen selama dikembangkan.

Aturan ini efektif berlaku Januari 2013. Bunga besar berlaku pada transaksi pembelanjaan maupun transaksi tarik tunai. “Pembatasan ini karena bunga kartu kredit tidak memperhatikan aspek perlindungan konsumen dan manajemen risiko,” kata Gubernur BI, Darmin Nasution, dalam siaran pers.

BI menegaskan, besaran bunga ini tidak permanen. Suku bunga bisa saja berubah jika terjadi pergeseran pada tiga indikator. Pertama, indikator makro seperti BI rate. Kedua, struktur biaya, meliputi bunga dana, operasional dan pengelolaan risiko. Ketiga, rata-rata bunga pasar.

Bagi bank penerbit kartu kredit, pembatasan ini berpengaruh ke pendapatan bunga dan non-bunga (fee based income). Saat ini bunga kartu kredit di 3 persen-4 persen. Tapi ada juga bank yang memajang bunga 1,9 persen, seperti BCA Card. “Penurunan bunga tergantung besarnya kontribusi kartu kredit ke bisnis. Bagi OCBC NISP kontribusinya di bawah 10 persen ,” ujar Direktur Consumer Banking OCBC NISP Rudi N Hamdani, Minggu (2/12/2012).

Rudi menilai, patokan bunga 2,95 persen agak mengejutkan. Selama ini industri mengusulkan bunga kartu kredit maksimal 3 persen-3,25 persen. Tapi, OCBC NISP berjanji mengikuti aturan dan melayangkan surat pemberitahuan ke nasabah.

Manajer Bisnis Kartu BNI, Dodit Wiweko Probojakti, mengatakan pembatasan bunga kartu kredit hanya berdampak pada 12 persen pemegang kartu kredit BNI. Bunga kartu  gold dan silver BNI sudah 2,95 persen. Per September 2012, kartu kredit BNI yang beredar mencapai 1,69 juta. “Fee based incomebisnis kartu kredit jauh mencukupi biaya operasional kami,” kata Dodit.

Sebelum menyetujui bunga, BI merilis aturan yang diberikan ulang kartu kredit. Diijinkan, dapatkan kartu yang dapat diterima masyarakat berpenghasilan Rp 3 juta-Rp 10 juta dengan plafon maksimal tiga kali gaji dan maksimal kartu kredit Rp 150.000. BI juga mengatur cara penagihan.

Rambu-rambu bisnis ini lepas dari kasus Irzen Octa, nasabah Citibank. Ia akan menerima tagihan kartu kredit sebesar Rp48 juta hingga Rp100 juta. Irzen selamat setelah bertemu penagih utang Citibank.

Baca Juga: