KPPU Pantau Distribusi Pasokan dan Harga 4 Komoditas

KPPU Pantau Distribusi Pasokan dan Harga 4 Komoditas

KPPU Pantau Distribusi Pasokan dan Harga 4 Komoditas
KPPU Pantau Distribusi Pasokan dan Harga 4 Komoditas

BANDUNG-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sepanjang bulan suci Ramadan

melakukan pemantauan distribusi pasokan dan harga empat komoditas, yaitu bawang putih, minyak goreng, daging sapi beku, dan gula pasir.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan, pihaknya menaikkan status penelitian terhadap bawang putih menjadi penyelidikan.

“Bawang putih ini bahkan kami naikkan dari status penelitian menjadi penyelidikan,” katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis malam (1/6/2017).

KPPU juga memantau perkembangan harga dan distribusi minyak goreng, karena

sudah ada kesepakatan untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp 10.500 per liter.

“Kami sudah sepakat untuk minyak goreng harganya sekitar Rp10.500 per liter, itu kemasan sederhana ya,” ujarnya

Sedangkan untuk daging sapi beku, sambung Syarkawi, maksimal HET-nya sudah ditetapkan sekitar Rp 80 ribu per kilogram dan gula pasir HET-nya sekitar Rp 20.500 per kilogram.

“Nah, ini yang akan kita pantau terus sampai Idul Fitri,” tegasnya

Syarkawi menambahkan khusus untuk daging sapi, KPPU mengapresiasi para feedloater

karena berdasarkan temuan di lapangan tidak seperti tahun 2015 ketika pasokan sapi dari feedloater ke rumah penggemukan menuju rumah potong hewan (RPH) jumlahnya berkurang sehingga memicu tingginya harga daging sapi mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

“Sekarang kejadian itu tidak terjadi lagi, misalnya di RPH Ciroyom dan beberapa RPH di Jakarta pasokannya relatif stabil, yang membuat harga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram. Saya kira ini masih sangat normal,” paparnya.

Berkenaan dengan dugaan kartel di komoditas bawang putih, Syarkawi menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada pelaku usaha yang diduga melakukan kartel.

“Tapi ini masih di level investigator, nanti setelah ada bukti yang cukup maka kita akan bawa ke proses pemeriksaan bahkan tidak tertutup kemungkinan ke level persidangan,” pungkasnya.

 

Baca Juga :