Kurang Masif, Ujian Nasional Perbaikan di Kota Ini Justru Sepi Peminat

Kurang Masif, Ujian Nasional Perbaikan di Kota Ini Justru Sepi Peminat

Kurang Masif, Ujian Nasional Perbaikan di Kota Ini Justru Sepi Peminat
Kurang Masif, Ujian Nasional Perbaikan di Kota Ini Justru Sepi Peminat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar ujian nasional (unas)

perbaikan. Unas perbaikan tersebut dikhususkan lulusan SMA/MA/SMK dengan nilai di bawah standar.

’’Peserta diharapkan jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya,’’ kata Kepala Cabang Dispendik Wilayah Gresik Puji Hastuti, Kamis (21/9).

Namun, kondisi di lapangan, tampaknya, masih jauh dari harapan. Sebab, jumlah pendaftar sangat minim

. Sejak pendaftaran unas perbaikan dibuka pekan lalu, baru ada lima orang yang mendaftar. Padahal, pendaftaran berakhir pada Senin (25/9). Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman http://unp.kemdikbud.go.id.

Diduga, jumlah pendaftar minim karena tidak ada sosialisasi yang masif. Baik sosialisasi ke sekolah asal maupun kepada siswa secara langsung.

Padahal, unas perbaikan tahun ini tidak hanya diikuti peserta unas tahun pelajaran 2016–2017.

Peserta tahun pelajaran 2014–2015 dan 2015–2016 juga diperbolehkan mengikutinya. ’’Begitu pendaftaran dibuka, sosialisasi kami lakukan. Tapi, memang pendaftarnya minim,’’ ujar Kasi Pembelajaran SMA/SMK Rita Riana.

Unas perbaikan memang bersifat tidak wajib. Namun, peserta bisa memperbaiki nilai unas pada mata pelajaran (mapel) dengan nilai kurang dari atau sama dengan 55. Sebab, standar nilai pada mapel tertentu dipandang penting sebagai syarat melamar pekerjaan atau memilih sekolah profesi. Misalnya, kepolisian dan Akademi Militer (Akmil).

Sebagai buktinya, peserta akan mengantongi surat hasil ujian nasional (SHUN) berdasar perolehan nilai unas perbaikan. ’’Seharusnya unas perbaikan tidak boleh dianggap remeh karena bermanfaat untuk perbaikan nilai,’’ imbuhnya.

Berdasar jadwal Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), unas perbaikan berlangsung pada 13–15 Oktober. Sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK) diterapkan.

Dispendik menetapkan dua sekolah sebagai lokasi pelaksanaan ujian. Yakni, SMAN 1 Gresik untuk SMA/MA dan SMKN 1 Cerme untuk SMK. Sejauh ini, baru ada lima pendaftar di SMAN 1 Cerme. Sementara itu, di SMKN 1 Cerme, belum ada pendaftar.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html