Macam-macam Qiyas

Macam-macam Qiyas

  1. Qiyas Aula, yaitu illat yang terdapat pada qiyas (furu’) lebih aula daripada illat yang ada pada tempat mengqiyaskan. Oleh sebab itu hukum yang diqiyaskan lebih aula (besar) dan hukum yang pada tempat mengqiyaskan, seperti mengqiyaskan memukul kepada kata-kata yang kurang sopan terhadap ibu bapak karena illatnya menyakiti maka hukumnya sama-sama berdosa.

Maka jangan kamu katakan ces kepada kedua orangtuamu (ibu bapak). (Al-isra:23).

  1. Qiyas Musawi, yaitu illat yang terdapat pada qiyas furu’ sama dengan illat yang ada pada tempat mengqiyaskan (ashl) karena itu hukum keduanya sama. Seperti mengqiyaskan membakar harta anak yatim dengan memakannya, karena illatnya sama-sama menghabiskan (melenyapkan).
  2. Qiyas Dlalalah, yaitu illat yang ada pada qiyas yang menjadi dalil atau alasan bagi hukum tetapi tidak diwajibkan baginya (furu’). Seperti mengqiyaskan wajib zakat pada harta anak-anak kepada harta orang dewasa yang telah sampai senishab, tetapi bagi anak-anak tidak wajib mengeluarkan zakatnya diqiyaskan pada haji yang tidak diwajibkan atas anak-anak.
  3. Qiyas Syabah, yaitu menjadikan yang diqiyaskan (furu’0di kembalikan pada antara dua asal yang lebih banayak persamaan antara keduanaya seperti mengkiaskan budak dengan orang merdeka. karena sama-sama manusia, kemudian budak dapat pula diqiyaskan dengan harta benda, karena pada harta itu lebih banyak persamaannya dari pada manusia yang merdeka. Karena budak dapat dijual, diwariskan, diwakafkan, dan menjadi jaminan dalam suatu urusan. Jadi di sini furu’,, (budak) dapat dikembalikan kepafa dua asal yaitu :
  1. Manusia merdeka
  2. Harta kekayaan tetapi lebih banayak persamaannya dengan harta benda.
  3. Qiyas ‘Adwan, yaitu qiyas yang berlakunya hukum pada furu’ lebih lemah dibandingkan dengan berlakunya hukum pada ashl meskipun qiyas itu memenuhi persyaratan. Umpamanya menqiyaskan apel kepada gandum dalam menentukannya riba fadhal bila dipertukarkan dengan barang yang sejenis. ‘ilatnya bahwa ia adalah makanan. Memeberlakukan hukum riba pada apel lebih rendah daripada berlakunya hukum riba pada gandum karena ‘ilatnya lebih kuat.

RECENT POSTS