Mengenal Apa Itu Paleontologi

Mengenal Apa Itu Paleontologi

Mengenal Apa Itu Paleontologi
Mengenal Apa Itu Paleontologi

Paleontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu paleon yang berarti tua atau yang berkaitan dengan masa lampau; ontos berarti kehidupan dan; logos yang berarti ilmu atau pembelajaran, atau di pihak lain menyebutkan bahwa paleontology adalah juga paleobiologi ( paleon = tua, bios = hidup, logos = ilmu ) jadi paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan masa lampau di bumi, termasuk hewan dan tumbuhan yang telah menjadi fosil.

Shrock &Twenhofel (1952), menatakan bahwa Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan masa lampau dalam skala umur geologi,yaitu umur termuda adalah Kala Holosen (0,01 jt. th. yang lalu).

Berbeda dengan mempelajari hewan atau tumbuhan yang hidup di jaman sekarang, paleontology menggunakan fosil atau jejak organisme yang terawetkan di dalam lapisan kerak bumi, yang terawetkan oleh proses-proses alami, sebagai sumber utama penelitian, dan dibatasi oleh umur termuda pada Kala Holosen, yang artinya ini akan sangat sulit untuk di pelajari. Data yang kita peroleh saat ini merupakan data-data hasil penelitian selama berpuluh-puluh tahun.Oleh karena itu, secara sempit,Paleontologi dapat diartikan ilmu mengenai fosil sebab jejak kehidupan zaman purba terekam dalam fosil.

Protista

Tidak hanya hewan dan tumbuhan, sekarang ini telah berkembang sebagai bagian dari paleontology yang meneliti tentang protista.

“Protista” mengacu pada eukariota yang bukan tanaman, hewan, atau jamur. Kebanyakan protista adalah uniseluler, sementara yang lain multiseluler atau bahkan multinukleat (inti banyak dalam satu sel). Ini menunjukkan adanya berbagai kelompok, ukuran, bentuk, siklus hidup, habitat, makan dan strategi reproduksi. Protista memiliki panjang

Juga ada bakteri, organisme uniseluler. Bakteri memiliki dinding sel, organel, dan DNA, seperti halnya eukariota. Namun, tidak seperti eukariota, DNA organel bakteri tidak terkandung dalam selaput terpisah di dalam sel. Cyanobacteria, atau “bakteri biru-hijau,” telah ditemukan di batuan dari Archean, 3,5 miliar tahun lalu. Cyanobacteria (bersama dengan bakteri lainnya) juga membentuk tikar dan gundukan yang dikenal sebagai stromatolites, yang ada di bumi berasal dari Prakambrium sampai hari ini. Fosil terkecil yang pernah ditemukan adalah milik magnetobacteria, yang memiliki ukuran nanometer dan berbentuk kristal-dari mineral magnetit di dalam sel mereka.

Jenis-jenis jamur yang kita makan atau yang kita coba untuk berantas dari rumah, hanya mewakili sejumlah kecil spesies jamur. Kebanyakan jamur tidak membuat makanan mereka sendiri, sebagai mana tanaman lain, lakukan. Beberapa parasit dan beberapa bentuk lain bersimbiosis atau berhubungan dengan ganggang atau tanaman. Mereka ditemukan di tanah, pada organisme lain, dalam lingkungan perairan, dan mereka adalah dekomposer pokok organik material di Bumi.

Beberapa dapat tumbuh sangat besar (misalnya, jamur dan puffballs), yang lain bersel tunggal (ragi), tetapi kebanyakan multiselular. Meskipun jamur sering dianggap terlalu rapuh untuk fosil atau terlalu sulit untuk diidentifikasi sebagai fosil, catatan fosil mereka akan kembali ke Prakambrium, dan mereka sering ditemukan di Devon Bawah Rhynie Rijang Skotlandia.

Konsep-Konsep Dasar Paleontologi

  • Taksonomi
  • Konsep Spesies
  • Filogeni
  • Metode Identifikas

Taksonomi

Taksonomi adalah pengelompokan organisme berdasarkan kesamaan ciri fisik tertentu. Dalam penyebutan organisme sering dipergunakan istilah taksa apabila tingkatan taksonominya belum diketahui. Unit terkecil dalam taksonomi adalah spesies, sedangkan unit tertinggi adalah kingdom. Diantara unit-unit baku dapat ditambahkan super jika terletak di atas unit baku, contoh: super kingdom, merupakan unit yang lebih tinggi dari kingdom. Jika ditambahkan sub terletak di bawah unit baku, contoh: sub filum, terdapat di bawah unit filum.

Spesifikasi Nama

Deskriptif, Pemberian nama di dasarkan pada ciri fisik, dapat berupa:

  • Bentuk tubuh: Turritella angulata, memperlihatkan bentuk tubuh turreted (meninggi) dan menyudut pada kamarnya.
  • StrukturTubipora musica, memperlihatkan struktur tubuh berpipa (tube) dan terangkai seperti alat musik (musica).
  • Geografis: Pemberian nama yang didasarkan pada lokasi dimana fosil tersebut pertama kali diketemukan. Contoh:Fussulina sumatrensis, Fussulina yang diketemukan di sumatera.
  • Personal: Mencantumkan nama penemunya. Contoh:Discoatermartinii, Martini adalah penemu fosil tersebut

Filogeni

Filogeni adalah ilmu yang mempelajari hubungan kekerabatan suatu organisme dengan organisme lainnya. Hubungan tersebut ditentukan berdasarkan morfologi hingga DNA. Filogeni sangat diperlukan dalam mempelajari proses evolusi dan penyusunan taksonomi. Evolusi sendiri dapat diartikan sebagai perubahan yang berangsur-angsur dari suatuorganisme menuju kepada kesesuaian dengan waktu dan tempat. Jadi evolusi sendirimerupakan proses adaptasi dari suatu organisme terhadap lingkungannya.

Metode Penyusunan Filogeni

  1. Fenetik,Metode penyusunan filogeni dengan pendekatan analisanumerik. Pendekatan tersebut meliputi penghitungan Indeksketidaksamaan, Indeks keanekaragaman, Anaisa pola dan berbagaiindeks yang lain. Dalam pendekatan fenetik semua subyek dan faktor yang dianalisispunya kedudukan yang sama.
  1. Kladistik, Metode ini muncul atas dasar pemikiran bahwa prosesalamiah akan selalu mengambil jalan yang paling singkat. Dalamkladistik setiap ciri fisik mempunyai tingkatan yang berbeda

Metode Identifikasi

  1. Morfologi. Pendekatan morfologi berupa deskriptif kualitatif. Meliputibentuk tubuh, struktur yang biasanya berkembang, dan sebagainya.
  2. Biometri. Pendekatan secara kuantitatif, yaitu berdasarkan ukurantubuh dari suatu organisme.

Ruang Lingkup Paleontologi

Pada dasarnya ruang lingkup paleontology berkisar tentang segala sesuatu yang telah hidup di masa lalu atau bisa dikatakan organisme purba (baik hewan, tumbuhan, protista, jamur maupun bakteri) yang hingga kini sudah punah dan hanya tertinggal fosil-fosil, jejak peradaban, lingkungannya dan peninggalan-peninggalan lainnya. Sehinggga kita hanya meneliti dari jejak-jejak yang tertinggal.

Secara umum paleontologi dapat digolongkan menjadi dua yaituPaleobotani ( tumbuhan ) dan Paleozoologi ( hewan ). Jadi ruang lingkup paleontologi terbagi dalam paleobotani dan paleozoologi.

  1. Paleobotani (tumbuhan)

Paleobotani (dari bahasa Yunani paleon berarti tua dan botany yang berarti ilmu tentang tumbuhan) adalah cabang dari paleontologi yang khusus mempelajari fosil tumbuhan. Kajian Paleobotani meliputi aspek fosil tumbuhan, rekonstruksi taksa, dan sejarah evolusi dunia tumbuhan.

Tujuan mempelajari Paleobotani adalah:

  1. Untuk rekonstruksi sejarah dunia tumbuhan. Hal ini dapat dilakukan karena fosil tumbuhan dari suatu kolom geologis tertentu berbeda dengan yang terdapat pada kolom geologis lainnya. Dengan demikian dapat diketahui jenis tumbuhan yang ada dari waktu ke waktu, atau dengan kata lain dapat diketahui sejarahnya, khususnya mengenai kapan kelompok tumbuhan tersebut mulai muncul di muka bumi, kapan perkembangan maksimalnya, dan kapan kelompok tumbuhan tersebut punah.
  1. Untuk keperluan analisa pola dan suksesi vegetasi dari waktu ke waktu.
  1. Untuk analisa endapan dari masakarbon ( khususnya yang mengandung sisa tumbuhan ), yang berpotensi dalam presiksi sifat- sifat batubara. Dengan demikian dapat diketahui macam batubara serta dari tumbuhan apa batubara tersebut berasal.
  1. Untuk dapat melakukan dedukasi mengenai aspek-aspek perubahan iklim. Dengan cara ini maka dimungkinkan untuk merekonstruksi lingkungan masa lampau beserta perubahan-perubahan yang terjadi, dan juga untuk mempelajari hubungan antara tumbuhan dengan hewan yang menghuni lingkungan tersebut. Salah satu perubahan iklim yang seringkali dapat diungkap dengan pendekatan ini adalah perubahan ternperatur rata-rata.
  1. Paleozoology( hewan vertebrata dan invertebrata )

Paleozoologi atau palaeozoology (bahasa Yunani: παλαιον, paleon = tua dan ζωον, zoon = hewan) adalah adalah cabang dari paleontologi atau paleobiologi, yang bertujuan untuk menemukan dan mengindentifikasi fosil hewan bersel banyak dari sistem geologi atau arkeologi, untuk menggunakan fosil tersebut dalam rekonstruksi lingkungan dan ekologi prasejarah.

Jadi tujuan dari mempelajari paleozoology adalah :

  1. Rekonstruksi sejarah kehidupan pada masa lampau baik di bidang hewan dan perkembangan manusia. Proses rekonstruksi kehidupan dilakukan melalui rekonstruksi fosil karena fosil ditemukan dalam lapisan/strata geologis yang berlainan sehingga dapat diketahui perkiraan waktu munculnya dan kehidupan makhluk yang telah memfosil tersebut.
  1. Analisa pola dan suksesi suatu vegetasi dari waktu ke waktu. Kehidupan pada masa purba di mana kondisi bumi masih belum stabil sangat memungkinkan terjadinya perubahan kondisi lingkungan yang ekstrim sehingga mempengaruhi kehidupan spesies dan vegetasi tanaman
  1. Analisa mengenai aspek – aspek perubahan iklim yang terjadi. Cara ini bermanfaat untuk merekonstruksi dampak perubahan iklim pada lingkungan, mempelajari bagaimana hubungan antara hewan dan tumbuhan yang hidup pada lingkungan tersebut
  1. Analisa kehidupan biokultural manusia sejak manusia muncul di bumi, proses evolusinya melalui masa dan wilayah distribusinya seluas dan selama mungkin
  1. Analisa proses adaptif yang dilakukan makhluk hidup terhadap perubahan kondisi lingkungan, makhluk yang mampu beradapatasi akan terus bertahan walaupun peiode waktu geologis terus berjalan sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan punah. Proses adaptasi membuka zona adaptif yang baru yaitu suatu kumpulan kondisi hidup dan sumber daya baru yang memberikan banyak kesempatan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

 

Baca Artikel Lainnya: