PEMELIHARAAN MESIN KANTOR

PEMELIHARAAN MESIN KANTOR

PEMELIHARAAN MESIN KANTOR
PEMELIHARAAN MESIN KANTOR

Didalam penggunaan, mesin kantor harus dipelihara dengan baik agar dapat di pergunakan secara maksimal dalam kondisi yang memuaskan. Yang dimaksud pemeliharaan disini ialah pemeliharaan terhadap harta benda baik yang bergerak, dalam usaha untuk mempertahankan kondisi yang baik atau harta benda tersebut dalam pemakaian atau pemanfaatan, sehingga diperoleh hasil sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu. Biasanya ada buku petunjuk dari mesin-mesin tersebut yang memberikan pencegahan agar tidak terlalu cepat terjadi kerusakan pada mesin seperti cara penggunaan yang baik atau sebagainya. Namun tidak ada salahnya dibuat jadwal pemeliharaan rutin.

Oleh sebab itu perlu jadwal waktu sebaik-baiknya untuk diadakan service/perbaikan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan penggunaan mesin-mesin kantor, pemeliharaan perawatan terhadap perlengkapan materil dengan tujuan agar perlengkapan itu dapat lebih awet (mengurangi kecepatan rusak). Pemeliharaan ini lebih di tekankan pada pencegahan sebelum terlanjur rusak, dengan pertimbangan biaya yang lebih ringan.

Pemeliharaan atau barang-barang tidak bergerak relatif lebih mudah terhadap barang-barang yang bergerak, baik bergerak ditempat (mesin-mesin) maupun bergerak menempuh suatu jarak (kendaraan).

Apabila jenis barang yang bergerak lebih banyak daripada barang yang tidak bergerak, maka di dalam pemeliharaan lebih banyak jenis keahlian yang terlibat didalamnya. Bukan hanya jenis-jenis barang atau keahlian saja yang banyak pada barang bergerak ini tetap juga frekuensi pemeliharaan terhadap barang tetap. Hal ini berpengaruh terhadap usaha-usaha yang efesien mengenai pemeliharaannya artinya dalam hal pemeliharaan barang-barang yang bergerak lebih meminta perhatian yang sungguh-sungguh supaya efesien. Apakah dalam pemeliharaan ini terdapat juga pemborosan, sehingga diperlukan usaha-usaha untuk penghematan? Jawabnya adalah ya, seperti halnya dalam pekerjaan persuratan, disinipun terdapat pemborosan. Pemborosan dalam hal ini tiada terpakainya suatu peralatan, sehingga jauh dari hasil yang dapat dicapai dalam waktu tertentu.

Beberapa kelemahan atau perbuatan yang menimbulkan pemborosan, dalam pemeliharaan atau pemakaian barang dapat disebutkan antara lain:

  1. Kelengahan penanganan bahan atau alat-alat dalam proses produksi.
  2. Kegagalan dalam perlindungan barang terhadap udara,panas,debu, cairan tajam dll.
  3. Pemuatan yang berlebih, pada alat angkutan yang menyebabkan cepatnya kerusakan.
  4. Pemakaian barang berlebih, dan kelebihan itu tidak dikembalikan ke gudang.
  5. Cara penggunaan atau pengoperasian mesin atau alat yang tidak tepat.
  6. Pemakaian yang kasar atas alat-alat.
  7. Kesalahan dalam batas kecepatan atau kemampuan.
  8. Kehilangan atas alat-alat kecil.
  9. Pemakaian barang atau mesin tidak sesuai dengan tujuannya.
  10. Keteledoran terhadap perbaikan kecil yang dapat dilakukan sendiri oleh operator.
  11. Kelambatan dalam sistem laporan jika terjadi kerusakan pada mesin.
  12. Kelalaian pengurusan atau barang/mesin yang tidak dalam pemakaian.
  13. Penghapusan barang sebelum waktunya.

Sumber :https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&&Id=7cba913b-85dd-4f88-81a9-a3cb022e7790