Pemprov. Jabar Permudah Pelayanan Kesehatan

Pemprov. Jabar Permudah Pelayanan Kesehatan

Pemprov. Jabar Permudah Pelayanan Kesehatan
Pemprov. Jabar Permudah Pelayanan Kesehatan

BANDUNG. Pemprov. Jabar berkomitmen untuk memudahkan

pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk mengejar target tersebut, dengan kehadiran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Dinkes Jabar  ingin memudahkan  masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Hal tersebut, salah satunya direalisasikan dengan memperluas jaringan kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) maupun dengan klinik,” Jelas Kadinkes Jabar, Alma Luciati saat menghadiri diskusi dinamika, dikawasan Jl.Braga Kota Bandung, pekan lalu.

Dalam rangka memberikan pelayanan kemudahan kesehatan  kepada masyarakat

, papar Alma  Dinkes Jabar sudah  memberikan data kepada BPJS. Dari 303 Rumah Sakit (RS) yang ada, BPJS  baru bekerjasama dengan 209 RS.

Hal yang menjadi kendala saat ini, selain minimnya kerjasama dengan RS, BPJS juga masih minim melakukan kerjasama dengan klinik. Tercatat dari total 11.115 klinik, baru dikerjasamakan sebanyak 2.190  klinik.

Dinkes,  tidak mempunyai wewenang untuk memaksakan BPJS untuk segera melakukan kerjasama dengan RS.Namun, kerjasama dengan penyedia pelayanan kesehatan punya arti sangat penting untuk memperluas akses bagi masyarakat.”Kontrak (MoU) saja semuanya biar masyarakat bisa lebih dekat dalam mengakses pelayanan kesehatan.Kesempatan juga akan semakin luas.

Jika dibiarkan seperti sekarang, maka akan banyak masyarakat yang sakit

dari desa pergi ke kota. Pemprov sendiri,  berupaya memperluas akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan optimal. Rencananya di setiap kabupaten akan ada RS dengan fasilitas .Saat ini, Pemprov telah membangun enam RS Regional rujukan yang memiliki fasilitas setara dengan RS Hasan Sadikin.

Keenam Rumah Sakit  rujukan, antara lain : RS Gunung Jati di Cirebon, RS Karawang, RS Cibabat di Kota Cimahi, RS Al Ikhsan, RS Cibinong di Bogor dan RS Tasikmalaya. Sementara itu, untuk RS Regional rujukan yang tersebar di Jabar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien di RSHS. Hal yang dilakukan penambahan kamar dan fasilitas lainnya di RS Regional.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Protokoler RSHS Bandung Nurul Wulandhani, mengatakan pelayanan di RSHS setiap harinya membludak lebih dari 2000 pasien setiap hari. Mengenai hal tersebut Nurul menjelaskan, memang sulit untuk bisa memfasilitasi semua kebutuhan pasien, maka dari itu pasien harus bisa mengikuti prosedur yang ada. ”Ada 2000 pasien BPJS yang witing list.

Dengan banyaknya kekurangan kami berusaha melayani semaksimal mungkin. Untuk pasien sebaiknya tetap mengikuti prosedur yang ada karena tahapan tersebut akan memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. (SN)

 

Baca Juga :