Pengawasan

 Pengawasan

Suatu pembiasaan yang baik tentu membutuhkan pengawasan .pengawasan penting sekali dalam pendidikan,terutama dalam mendidik anak-anak. Tanpa pengawasan berarti membiarkan anak berbuat sekehendaknya. Anak tidak dapat membedakan yang baik dan yang buruk, tidak mengetahui mana yang seharusnya dihindari dan mana yang boleh dilaksanakan, mana yang membahayakan dan mana yang tidak.
Anak yang dibiarkan tumbuh sendiri menurut alamnya, akan menjadi manusia yang hidup menurut hawa nafsunya saja. Kemungkinan besar anak itu menjadi tidak patuh dan tidak dapat mengetahui kemana arah tujuan hidup yang sebenarnya.
c) Perintah
Perintah bukan hanya berupasuatu perkataan yang keluar dari mulut, akan tetapi termasuk pula peraturan-peraturan umum yang harus ditaati oleh anak-anak.
d) Larangan
Larangan itu biasanya diberikan jika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, yang merugikan atau yang membahayakan. Tetapi seorang pendidik tidak boleh terus menerus memberikan larangan kepada anak didiknya namun hendaknya larangan itu diubah menjadi perintah. Suatu contoh ketika ada anak yang membawa pisau maka seorang ibu tidak boleh mengatakan “jangan membawa pisau” namun hendaknya kata itu diubah menjadi suruan misalnya “bawa pisaunya ke sini, ibu mau mengiris bawang.” Seorang anak yang sering dilarang berbuat sesuatu akan terhambat perkembangan rohani dan jasmaninya.
6) Ganjaran: salah satu alat pendidikan yang berfungsi sebagai alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan/pekerjaannya mendapat penghargaan.
7) Hukum
3) Implikasi Teoretik dan praktis
Kekurangan minat untuk mengembangkan ilmu mendidik(pedagogik teoretis) atau condong kepada pedagogic praktis namun analisis antropologi anak lebih memenuhi kebutuhan pendidikan dari pada penerapan ilmu-ilmu social ataupun psikologi/biologi/fisiologi.sebabnya ialah karena ilmu-ilmu social menganalisis perilaku dalam hubungan kemasyarakatan,atau psikologi yang mengutamakan penelitian perilaku individu sebagai makhluk organis dan biologis. Filsafat pendidikan tidak mempengaruhi hak pedagogik untuk menjadi ilmu yang otonom. Sedangkan perluasan pedagogic praktis lebih memperjelas kebutuhan prakterk pendidikan atas ilmu yang mempelajari”persoalan mendasar tentang kualitas mendidik dan relevansinya dengan.