Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak

Apa Pengertian Akhlak

Mari berpikir dan merenung sejenak, APAKAH anda telah mengetahui apa itu akhlak? kalau anda telah tahu, tentulah anda mengetahui apa pengertian akhlak dan apa saja macam macam akhlak itu sendiri.
Pengertian akhlak secara sederhana berarti perilaku atau tingkah laku yang secara sadar dilakukan berulangkali.
Artinya ada akhlak yang baik dan ada akhlak yang buruk. Ya TEPAT !. Pengertian akhlak secara sederhana diatas tidak membatasi apakah akhlak itu harus baik, intinya bila aktivitas ataupun perbuatan ataupun reaksi atas suatu perihal dilakukan berulangulang kali maka disebut akhlak.

Kenapa pengertian akhlak diatas sangat sederhana?

Terkesan tidak membatasi bukan!, itu karena kata akhlak sendiri adalah bentuk jamak yang berasal dari kata tunggal Khuluk (Bahasa arab) yang berarti tabiat, tingkah laku dan bahkan ada yang mengartikannya sebagai agama (Berliana Katarkusumah).

Untuk membahas akhlak lebih jauh lagi, anda harus membaca beberapa pengertian akhlak oleh beberapa ahli khususnya ahli agama dan lainnya dibawah ini.

Menurut beberapa pakar dalam bidang akhlak seperti Ahmad Ibn Muhammad Miskawaih Razi atau Ibnu Miskawaih (penulis buku Tahdzibul achlaq wa tathhirul a’raaq dan Tartib as Sa’adah tentang akhlak), Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i (Imam Al Gazali), dan Ahmad Amin (penulis buku Dhuhal Islam yang kontroversial) menyatakan bahwa pengertian akhlak adalah
perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.

Menurut Nurcholish Madjid, bahwa istilah akhlak atau khuluq merupakan satu akar kata dengan khalq atau penciptaan, khaliq (pencipta) dan makhluq (ciptaan), yang semuanya mengacu pada pandangan dasar Islam mengenai penciptaan manusia, bahwasanya manusia diciptakan dalam kebaikan, kesucian dan kemulian sebagai “sebaik baiknya ciptaan” (ahsanu taqwim). Lebih lanjut dijelaskan oleh Bapak Nurcholish madjid bahwa manusia akan terbimbing ke arah akhlak yang mulia jika beriman kepada Allah dengan berbagai turunan caranya (derivasi). Selanjutnya manusia akan menerjemahkan imannya menjadi tingkah laku yang penuh tanggungjawab kepada sesama manusia, dengan jalan saling berpesan tentang kebenaran serta saling berpesan tentang ketabahan. Kecenderungan mendasar manusia terhadap kebaikan tersebut dapat ditemukan dalam QS Ar-Rum (30):30 dengan istilah Fitrah.
Tentu bila anda melihat dalam KBBI, pengertian akhlak akan lebih sederhana dari pengertian akhlak sederhana diatas, yaitu

suatu budi pekerti atau kelakuan.

Kemudian, Quraish menjelaskan bahwa kata akhlak biasa digunakan dalam bentuk tunggal yaitu khuluq, seperti dalam surah Al-Qalam ayat 4
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti (khuluq) yang aqung”
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, penggunaan konsep akhlak dalam berbagai konteks misalnya berbunyi “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. atau “Tidak ada sesuatu yang lebih berat timbangan (amal) seorang mukmin pada hari Kiamat melebihi akhlak yang luhur”. Disini Quraish ingin menjelaskan tentang pengertian akhlak di dalam Agama Islam tidak dapat disamakan dengan pengertian etika. Apabila etika hanya didefinisikan sebagai arti sopan santun antarsesama manusia, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. Istilah akhlak sesungguhnya memiliki makna yang luas meliputi pelbagai aspek. Aspek aspek akhlak mulai dari akhlak terhadap Allah, hingga kepada sesama makhluk biotik dan nonbiotik.

Hal yang serupa disampaikan oleh Endang Saifuddin Anshari bahwa istilah akhlak merupakan aspek ketiga dalam agalam Islam selain akidah dan aspek syariat. Pada garis besarnya akhlak Islam terdiri atas akhlak manusia terhadap Pencipta, dan akhlak manusia terhadap sesama makhluk.

Serupa dengan pengertian akhlak diatas, menurut Ahmadi (2004) bahwa akhlak berasal dari rangkaian huruf kha-la-qa yang berarti menciptakan. Kata halaqa mengingatkan tentang kata Al Khaliq atau pencipta yaitu Allah SWT dan kata Makhluk yaitu seluruh yang diciptakan oleh Allah SWT. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian akhlak adalah suatu perilaku yang menghubungkan antara Allah SWT dan makhlukNya (FIP-UPI).

Lebih lengkap dalam buku “Ilmu dan Aplikasi Pendidikan” tentang Pengertian Akhlak menurut Al Ghazali bahwa kata al-khalq adalah ‘fisik’ dan al khuluq berati akhlak. Al-khalq karena manusia tersusun atas fisik yang dapat dilihat oleh mata kepala dan ruh yang dapat ditangkap oleh mata batin. Ruh yang dapat ditangkap oleh mata batin memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan nilai fisik yang ditangkap oleh mata kepala.
Kata Al khuluq merupakan satu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari hal tersebut lahirlah perbuatan perbuatan dengan mudah tanpa memikirnya dirinya dan merenung terlebih dahulu. Apabila sifat yang tertanam darinya terlahir perbuatan perbuatan buruk maka sifat tersebut dinamakan akhlak buruk. Al khuluq adalah suatu sifat jiwa dan gambaran batinnya.
Agar terwujud keindahan akhlak atau akhlak baik, dalam batin manusia ada empat rukun yang harus terpenuhi yaitu kekuatan ilmu, kekuatan marah, kekuatan syahwat, dan kekuatan untuk adil terhadap tiga kekuatan sebelumnya (Mahmud, 2004:28). Ditambahkan pula bahwa puncak dari akhlak adalah hikmah (Al Hikmah) yaitu kepahaman terhadap Al Qur’an dan As Sunnah. Al Hikmah sendiri akan dibentuk oleh kekuatan atas tujuan dalam mencari ilmu untuk membedakan yang kebenaran dan kebatilan serta keindahan dan keburukan yang terolah dengan baik pula.

Sedangkan menurut Encyclopedia Brittanica

pengertian akhlak diarahkan kepada ilmu akhlak yaitu

Sebagai studi yang sistematik tentang tabiat dari pengertian nilai baik, buruk, seharusnya benar, salah dan sebaginya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu, selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral

Sumber : http://seopagerank.net/tips-ajarkan-anak-sholat-sejak-usia-dini/