Pengertian Nilai, Norma, Dan Moral

Pengertian Nilai, Norma, Dan MoralPengertian Nilai, Norma, Dan Moral

Nilai (value)

Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan (motivator) sikap dan perilaku manusia.

Nilai sebagai suatu sistem

Nilai sebagai suaru sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan di samping sistem sosial dan karya. Pandangan para ahli tentang nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat.

  1. Alport mengidentifikasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat dalam enam macam, yaitu :
  2. a) Nilai teori
  3. b) Nilai ekonomi
  4. c) Nilai estetika
  5. d) Nilai sosial
  6. e) Nilai politik
  7. f) Nilai religi
  8. Max Scheler, mengelompokkan nilai menjadi empat tingkatan, yaitu:
  9. a) Nilai kenikmatan
  10. b) Nilai kehidupan
  11. c) Nilai kejiwaan
  12. d) Nilai kerohanian
  13. Notonagoro, membedakan nilai menjadi tiga, yaitu :
  14. a) Nilai material
  15. b) Nilai vital
  16. c) Nilai kerohanian
  17. Nilai berperan sebagai pedoman menentukan kehidupan setiap manusia. Nilai manusia berada dalam hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan.
  18. Norma adalah perwujudan martabat manusia sebagai mahluk budaya, moral, religi, dan sosial. Norma terdiri dari norma agama, norma filsafat, norma kesusilaan, norma hukum dan norma sosial. Norma memiliki kekuatan untuk dipatuhi karena adanya sanksi. Norma-norma yang terdapat dalam masyarakat antara lain :
  19. Norma agama adalah ketentuan hidup masyarakat yang ber- sumber pada agama.
  20. Norma kesusilaan adalah ketentuan hidup yang bersumber pada hati nurani, moral atau filsafat hidup.
  21. Norma hukum adalah ketentuan-ketentuan tertulis yang berlaku dan bersumber pada UU suatu Negara tertentu.
  22. Norma sosial adalah ketentuan hidup yang berlaku dalam hubungan antara manusia dalam masyarakat.
  23. Moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusial. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan dan atau prinsip-prinsip yang benar, baik terpuji dan mulia.

Hubungan Nilai, Norma, Dan Moral

Nilai, norma dan moral langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang cukup erat, karena masing-masing akan menentukan etika bangsa ini. Hubungan antarnya dapat diringkas sebagai berikut :

Nilai: kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (lahir dan batin).

–  Nilai bersifat abstrak hanya dapat dipahami, dipikirkan, dimengerti dan dihayati oleh manusia. Nilai berkaitan dengan harapan, cita-cita, keinginan, dan segala sesuatu pertimbangan batiniah manusia

–  Nilai dapat juga bersifat subyektif bila diberikan olehs ubyek, dan bersifat obyektif bila melekat pada sesuatu yang terlepasd arti penilaian manusia

Norma: wujud konkrit dari nilai, yang menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Norma hukum merupakan norma yang paling kuat keberlakuannya, karena dapat dipaksakan oleh suatu kekuasaan eksternal, misalnya penguasa atau penegak hukum. Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang akan tercermin pada sikap dan -tingkah lakunya. Norma menjadi penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Moral dan etika sangat erat hubungannya. Keterkaitan nilai, norma dan moral merupakan suatu kenyataan yang seharusnya tetapterpelihara di setiap waktu pada hidup dan kehidupan manusia. Keterkaitan itu mutlak di garis bawahi bila seorang individu, masyarakat, bangsa dan negara menghendaki pondasi yang kuat tumbuh dan berkembang. Sebagaimana tersebut di atas maka nilai akan berguna menuntun sikap dan tingkah laku manusia bila dikonkritkan dan diformulakan menjadi lebih obyektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam aktivitas sehari-hari. Dalam kaitannya dengan moral maka aktivitas turunan dari nilai dan norma akan memperoleh integritas dan martabat manusia. Derajat kepribadian itu amat ditentukan oleh moralitas yang mengawalnya. Sementara itu, hubungan antara moral dan etika kadang-kadang atau seringkali disejajarkan arti dan maknanya. Namun demikian, etika dalam pengertiannya tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang. Wewenang itu dipandang berada di tangan pihak yang memberikan ajaran moral.


Sumber: https://gurupendidikan.org/