Pengertian Perubahan Kenampakan Bumi dan Tujuannya

Perubahan Kenampakan Bumi – BUmi adalah anggota tata surya, yang dihuni oleh makhluk hidup, termasuk manusia. Bumi berputar mengelilingi matahari. Rotasi Bumi adalah peristiwa rotasi Bumi di sekitar sumbunya. Bumi berputar siang dan malam.

Revolusi bumi adalah peristiwa peredaran bumi di sekitar matahari. Gravitasi bulan menyebabkan pasang surut di Bumi.

Perubahan penampilan bumi

Perubahan penampilan bumi bisa disebabkan oleh peristiwa alam dan tindakan manusia.
Perubahan penampilan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu efek angin, erosi, efek pasang surut, efek hujan, efek bencana alam dan efek dari api hutan

EFEK ANGIN

Angin dapat mengikis bebatuan dan permukaan bumi dan mengubah penampilannya di permukaan bumi.
Angin juga mempengaruhi ukuran gelombang air laut.
Gelombang angin laut adalah gelombang yang dihasilkan oleh impuls energi angin.
Gelombang laut yang berangin dapat mengikis bebatuan dan mendarat di pantai, mengubah penampilan mereka.
Kekuatan Kekuatan angin yang sangat besar, seperti pusaran air atau tornado, dapat merusak tempat di jalan dan, karenanya, mengubah penampilan bumi.

EROSI

Perubahan Kenampakan Bumi

Erosi adalah erosi tanah oleh aliran air

  • Erosi tanah adalah erosi tanah oleh aliran air.
  • Lumpur terbentuk oleh erosi, yang terjadi terus menerus, dan bebatuan muncul di mulut sungai.
  • Erosi Bahya dapat diatasi dengan: reboisasi yang menggantikan benih tanaman hutan yang gundul. Dan ombak (teras) di lereng gunung dengan tujuan mengurangi erosi tanah dengan air mengalir.
  • Glester adalah kumpulan es, salju, batu dan air yang mengalir perlahan melalui lembah-lembah pegunungan.
  • Glester dapat menyebabkan erosi di tepi area aliran, yang mengubah bentuk gunung es.

PENGARUH INSTALASI TIDAL DAN INSTALASI LAUT

  • Pasang surut disebabkan oleh rotasi bumi dan gaya gravitasi bulan.
    Pasang surut adalah perubahan ketinggian air karena pengaruh daya tarik bulan (gravitasi bulan).
    Pasang surut Steig menaikkan permukaan laut di Bumi dan tertarik pada gravitasi bulan.
  • Pasang surut adalah penurunan permukaan laut karena pengaruh proses pasang surut di tempat lain.
    Pasang surut dan pasang surut menyebabkan psir atau bumi tererosi ketika air laut ditemukan di pantai.
  • Abrasi adalah erosi terus menerus dari pantai oleh air laut.
    Abrasi dapat mengurangi massa bumi.
    Cara untuk menghindari abrasi adalah: membangun dinding pemecah ombak, menanam bakau.
  • Keuntungan dari peristiwa pasang surut adalah: Struktur untuk penahan dan navigasi ponton, untuk produksi garam di pantai, untuk sawah pasang surut, untuk tanaman pasang surut.

EFEK HUJAN

Hujan bisa mengubah tampilan permukaan bumi yang semula kering atau basah dengan air hujan.
Hujan lebat dapat merusak lingkungan, bangunan dan struktur publik dan menyebabkan perubahan penampilan.

PENGARUH BENCANA ALAM

Bencana alam adalah faktor yang mengubah penampilan permukaan bumi dengan sangat cepat.
Bencana alam dapat mengubah permukaan bumi dengan kekuatan besar dalam beberapa menit.

EFEK KEBAKARAN HUTAN

Api adalah salah satu bencana yang disebabkan oleh kebakaran di mana-mana.
Kebakaran hutan dapat mempengaruhi bentuk tanah dan lingkungan.

KARAKTERISTIK DARI BENDA SURGA

BULAN PERASAAN

  • Kemunculan bulan tergantung pada posisinya di matahari dan di bumi.
    Cahaya bulan adalah hasil dari pantulan cahaya matahari.
  • Bulan adalah satelit bumi.
    Tampilan bulanan terus berubah, dari bulan yang tidak terlihat menjadi bulan yang tidak lagi terlihat selama 29,5 hari
  • Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan yang dimulai dari bumi.
    Fase dan penampakan bulan, yaitu, bulan baru atau muda atau orang mati, yaitu, fase di mana posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, bulan tidak terlihat dari bumi, dari
  • bulan sabit, dari fase di mana bulan, seperti bulan, mulai muncul dari bulan sabit Bumi setelah satu atau tiga fase bulan baru.
    Bulan Sabit: Ini adalah fase hari ketujuh ketika separuh sisi bulan terlihat karena sinar matahari.
  • Bulan atau bulan cembung, fase setelah dua minggu atau tepat sebelum hari keempat ketika bulan memiliki bentuk lingkaran tiga perempat.
    Bulan purnama, yaitu fase d

Baca Juga :