PERKEMBANGAN JEPANG DARI MASA FEODALISME SAMPAI MODERNISASI

PERKEMBANGAN JEPANG DARI MASA FEODALISME SAMPAI MODERNISASI

PERKEMBANGAN JEPANG DARI MASA FEODALISME SAMPAI MODERNISASI
PERKEMBANGAN JEPANG DARI MASA FEODALISME SAMPAI MODERNISASI

Feodalisme Jepang

Beberapa sejarawan menyatakan bahwa feodalisme di Jepang telah berada semenjak abad ke-7, keterlibatan kelompok prajurit dalam pengaturan pemerintahan dimulai ketika berakhirnya perang Gempei di tahun 1185 antara klan Heiki (Tiara) dan klan Genji (Minamoto). Beberapa ilmuan menyatakan pasca perang Gempei merupakan era baru menuju masyarakat feodalisme yang dipelopori oleh Minamoto Yoritomo dari klan Genji sebagai pihak pemenang, dimana ia mendirikan pemerintahan Bakufu pada akhir abad ke-12 dimana kelas kesatria memiliki pemerintahan yang independent dan setara dengan otoritas politik para aristokrat. Terdapat pula beberapa pandangan yang mengemukakan bahwa praktek-praktek feodalisme dalam sejarah masyarakat Jepang yang sangat mirip dengan praktek-praktek feodalisme Eropa di abad pertengahan terjadi pada masa pemerintahan keshogunaan Tokugawa.

Susunan Kelas Masyarakat Jepang

Dalam praktek-praktek feodalisme di Jepang, terdapat pembagian susunan kelas-kelas yang menandakan adanya tingkat sosial yang berbentuk piramida. Susunan kelas masyarakat tersebut, yaitu :
a) Kuge adalah kelas masyarakat yang paling tinggi. Kelas ini terdiri para keturunan bangsawan. Tennou dan para bangsawan-bangsawan di istana masuk dalam kelas masyarakat ini.
b) Buke, terdiri dari para Shogun, Daimyou dan keluarga – keluarganya. Kelas kedua setelah kuge. Merekalah penentu kebijakan-kebijakan dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi masyarakat.
c) Samurai, adalah prajurit yang menjadi pengikut setia para daimyou dan shogun yang berjumlah sekitar dua juta orang. Selain melakukan pekerjaan militer, para samurai juga melakukan pekerjaan administrasi dalam pemerintahan shogun dan daimyo.
d) Petani (hyakushou), secara teoritis merupakan kelas yang berada langsung di bawah samurai dan diatas chounin. Kelas ini harus menjamin hidup golongan kuge, buke dan samurai.
e) Chounin, kelas yang terdiri dari para pengrajin dan pedagang. Kelas pengrajin dan pedagang inilah yang menjadi kelas pertengahan dengan kehidupan paling makmur.
f) Eta, adalah kelas masyarakat yang tidak termasuk dalam kelas-kelas yang telah ditetapkan. Kelas ini terdiri dari para penjagal, penggali kubur, penyamak kulit, dan lain -lain.

Modernisasi Jepang

Restorasi Meiji merupakan titik awal era modernisasi di Jepang. Restorasi Meiji dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, 3 tahun yang mencakup akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi ini merupakan akibat langsung dari dibukanya Jepang kepada kedatangan kapal dari dunia barat yang dipimpin oleh Perwira Angkatan Laut Asal AS, Matthew Perry.
Pada 1853, Angkatan Laut Amerika Serikat di bawah pimpinan Commodore Matthew Calbraith Perry tiba di Jepang melalui Teluk Yokohama. Tujuannya adalah meminta pemerintah Jepang untuk membuka kota-kota pelabuhan bagi keperluan perdagangan.

Namun, Pemerintah Jepang yang diwakili oleh Shogun dari keluarga Tokugawa meminta waktu untuk memepertimbangkan. Pada 1854, Commodore Perry kembali ke Jepang bersamaan dengan dibuatnya perjanjian Shimoda. Tujuan dari perjanjian itu adalah membuat kesepakatan hubungan antara Jepang dengan Amerika serikat Pada dasarnya di Jepang terdapat dua kekuasaan pemerintahan, yaitu pemerintahan Shogun yang berkedudukan di Edo dan Pemerintahan Kaisar (Tenno) yang berpusat di Kyoto.

Pengaruh kaisar semakin bertambah besar dan kuat karena kaisar menolak perjanjian Shimoda

Pada 1867, Kaisar Komei meninggal dunia. Ia kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Matsuhito. Ia diberi gelar Tenno Meiji yang pada waktu itu baru berusia 14 tahun. Tenno Meiji melakukan pembaharuan di segala bidang kehidupan masyarakat dengan tujuan mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa barat. Perubahan itu antara lain, sebagai berikut ;

Pertama, dalam bidang politik dan pemerintahan. Dalam hal ini kaisar berpegang teguh pada Charter Oath, yaitu system pemerintahan meniru sistem pemerintahan barat dan penghapusan system pemerintahan feodal. Langkah perubahan tersebut disempurnakan dengan lahirnya Konstitusi 1889 yang mengatur organisasi pemerintahan. Isi konstitusi 1889 di antaranya adalah sebagai berikut :
a) Kaisar sebagai penguasa tertinggi
b) Kabinet membantu Kaisar Meiji dan bertanggung jawab kepadanya
c) Diet (setingkat DPR) terdiri atas House of Peers (upper House) dan House of Representative (Lower House)
d) Privy Council, berfungsi sebagai penasehat Kaisar
e) Genro, berfungsi sebagai penasehat langsung Kaisar

Kedua, perubahan dalam bidang ekonomi. Usaha yang dilakukan dalam rangka memepercepat kemajuan ekonomi adalah menguasai kembali sumber ekonomi nasional, terutama untuk mendukung kepentingan militer. Misalnya, membuat jalan kereta api, perbaikan mata uang, mendirikan bank, mengizinkan pelayaran asing dan pengembangan ekonomi Jepang sebaik-baiknya.

Ketiga, perubahan bidang pendidikan. Pada masa Shogun, system pendidikan di Jepang dijalankan dengan system tertutup. Hanya golongan Shogun yang memperoleh kesempatan pendidikan, sedang rakyat terbatas hanya sampai dapat membaca dan menulis. Untuk mendukung perubahan di bidang pendidikan, maka pada 1871 dibuatlah undang-undang pendidikan yang isinya sebagai berikut ;
a) Wajib belajar bagi anak yang telah berusia 6 tahun
b) Untuk anak yang berusia 6-14 tahun dibebaskan dari uang sekolah (SPP)
c) Pendidikan bersifat militerisme (diberikan di asrama maupun di sekolah)
d) Negara dibagi dalam 8 daerah pendidikan. Masing-masing dibagi menjadi 32 distrik sekolah menengah dan 210 sekolah dasar.
e) Banyak sekolah didirikan, baik negeri maupun swasta.
f) Mengirimkan pemuda untuk belajar ke luar negeri

Keempat, perubahan dalam bidang kemiliteran. Dalam bidang kemiliteran, dibuatlah penyempurnaan teknik persenjataan dengan mencontoh Barat. Untuk membangun Angkatan Darat yang tanggguh, Jepang mencontoh Jerman dan Prancis. Untuk membangun Angkatan Laut, Jepang mencontoh Inggris. Untuk mendukung program perubahan di bidang militer, setiap warga negara laki-laki yang berusia 20 tahun wajib mengikuti latihan militer.

Restorasi Meiji dianggap sebagai penyebab menjelmanya Jepang sebagai Negara yang kuat dan modern. Jepang mengalami kemajuan yang pesat dalam segala bidang. Dalam waktu kurang dari setengah abad, Jepang sudah menyusul dan berhasil menyetarakan kemajuan teknologinya dengan negara-negara Eropa.

Sumber: https://www.ayoksinau.com/