Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009

Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009

Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009
Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009

Khasanah budaya Jawa memiliki Ki Ageng Selo, satu-satunya orang yang bisa menangkap petir. Di tangannya petir berubah wujud menjadi ular.

Kini di Jombang hadir Ponari. Setelah petir menyambar, Ki Ageng Ponari mempunyai batu bertuah. Bedanya, kalau ular-petir Ki Ageng Selo disiram air, maka ia langsung loncat ke langit kembali menjadi petir (itulah sebabnya sekarang petir masih menyambar :D), batu-petir Ponari bila dicelupkan ke air, maka airnya diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Fenomena Ponari menjadi demikian menarik. Indikasi gampangnya, RCTI dengan Silet-nya telah dengan secara khusus membahas masalah ini, lengkap dengan komentar para selebritis papan atas negeri ini. Ponari dengan batu-petirnya menyihir puluhan ribu orang.

Terlepas dari benar-tidaknya klaim kesembuhan yang ikut digembar-gemborkan oleh media massa kita, atau kekhawatiran para ulama bahwa hal ini akan menjadi syirik, atau protes para dokter yang dagangannya jadi ndaklaku, yang menurut saya menarik untuk diamati adalah kemampuan Ponari untuk menerbitkan harapan bagi puluhan ribu orang yang mengantri di desanya. Sampean bisa bayangkan, puluhan ribu orang rela berdesak-desakan, mempertaruhkan nyawa demi kesembuhan via air-batu-petir Ponari. Mirip dengan Ki Ageng Selo yang mengandangkan ular-petirnya di halaman rumahnya, sehingga ramai jadi tontonan. Nah, pada titik ini Ponari perlu belajar pada kecerobohan Ki Ageng Selo, yang membiarkan ada yang memandikan ular-petir, sehingga si ular berubah kembali jadi petir. Ponari perlu perlindungan agar batu-petirnya tidak kehilangan daya magis. Itu pun kalau Ponari memang berniat jadi dukun di sepanjang sisa hidupnya.

Hajatan besar bangsa Indonesia di tahun 2009 ini adalah, tentu saja, pemilu, legislatif maupun presiden. Berkaca pada pilkada Jatim, angka golput mencapai 38%. Bisa dipastikan golput adalah pemenang sesungguhnya dalam pilkada Jatim. Atau pilkada Jateng yang angka golputnya mencapai 45%. Bisa dibayangkan, dana miliaran rupiah yang asalnya dari pembayar pajak yang setia seperti saya dan sampean ini akhirnya menguap di tangan KPU.

Bayangan awam saya, KPU bisa lebih kreatif dalam menyiapkan pemilu. Mumpung masih ada waktu, KPU bisa segera membuat ribuan pamflet, sebarkan di seluruh pelosok jawa timur – jawa tengah. Isi pamflet kira-kira demikian :

„Diumumkan kepada seluruh warga jatim dan jawa tengah, yang sehat, lebih-lebih yang sakit, yang sudah punya hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 April 2009. Barangsiapa yang datang ke TPS dan ikut mencontreng, akan mendapat segelas air rendaman batu dari Ponari“

Mumpung belum keduluan partai politik dan caleg yang setiap saat bisa menyerobot kesempatan emas ini.Sebab bisa jadi besok pagi sudah ada selebaran dari caleg seperti ini :

„Kalau saya terpilih menjadi anggota dewan, maka setiap orang dari dapil saya akan mendapat air rendaman batu Ponari. Mari dukung saya agar tercipta masyarakat sehat lahir dan batin“

Baca Juga :