Saat Indonesia Dilirik Mancanegara

Saat Indonesia Dilirik Mancanegara

Saat Indonesia Dilirik Mancanegara
Saat Indonesia Dilirik Mancanegara

DUNIA teknologi Indonesia kembali dilirik dunia.

Kali ini empat start up dan tujuh perusahaan teknologi berkesempatan memamerkan produk kreatif mereka di Paviliun Indonesia bernama Archipelageek di Festival South by Southwest (SXSW) 2017 di Austin, Texas, Amerika Serikat, 10-19 Maret 2017. Mereka Digital Happiness, Qlue, Happy5, Kuassa, Anymo, Avani, Go-Jek, Bli-bli, Kaskus, Slingshot, dan Picmix. Guna pengembangan produk dan pelaku ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung keberangkatan delegasi Indonesia itu ke Austin.

Kesuksesan industri kreatif Indonesia itu membuat Bekraf berencana mendukung delegasi Indonesia untuk SXSW 2018. Untuk seleksi SXSW 2018, telah dibuka komite di Austin mulai 26 Juni 2017. Direktur Pemasaran Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Bonifasius Pudjianto yang ditemui dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/6), menjelaskan karena keterbatasan anggaran, tidak semua akan dibiayai. Seperti tahun sebelumnya, akan dilihat profil perusahaan teknologinya.

Kalau cukup besar bisa berangkat secara mandiri

, tetapi disiapkan stan oleh Bekraf. “Mereka yang dipertimbangkan untuk didukung ke SXSW itu sebelumnya harus sudah lolos seleksi SXSW dulu, jadi bukan Bekraf yang seleksi,” jelasnya. Walau terpilih empat start up dan tujuh perusahaaan teknologi serta satu band musik asal Indonesia, itu hasil seleksi panitia SXSW di Austin. Bekraf hanya terlibat mendukung keberangkatan mereka. South by Southwest (SZSW) dikembangkan sejak 1986 oleh sekelompok kecil orang di Austin yang mendiskusikan soal masa depan hiburan dan media.

Mereka sependapat komunitas kreatif dan musik di Austin

sebenarnya sama berbakatnya dengan mereka yang ada di belahan dunia lainnya, tetapi kurang terpublikasi saja. Persoalan itu disadari mereka terjadi di tempat lain. Musik lantas menjadi pemersatu, SXSW menjadi tempat musisi dan orang-orang kreatif mengembangkan karier mereka dengan bertemu orang-orang dari negara lain, saling belajar, dan berbagi ide. Reputasi SXSW sebagai tempat menemukan bakat-bakat baru sudah tidak diragukan lagi. Termasuk musisi yang ditemukan dalam ajang ini adalah James Blunt. “Dulu saat James Blunt nyanyi di sana, yang nonton sepi, hanya ada seorang,” kisah Andi Sadha, Head of Committee SXSW 2017, soal peluang karya dilirik orang-orang berpengaruh di industri kreatif.

 

sumber :

https://apartemenjogja.id/pengertian-musik-ansambel/