Sejarah Bank Pemerintah

Sejarah Bank Pemerintah

Seperti diketahui bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankan pun tidak terlepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk pemerintah maupun bank swasta nasional. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu:

Bank Sentral

Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dengan UU No 23 Tahun 1999. Bank ini sebelumnya bersal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan tahun 1951.

  1. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor

Bank ini bersal dari De Algemene Volkscredit Bank, kemudia dilebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi:

  1. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengn UU No 21 Tahun 1968.
  2. Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.
  1. Bank Negara Indonesia (BNI’46)

Bank ini menjadi BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia’46.

  1. Bank Dagang Negara (BDN)

BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yang berada diluar Bank Negara Indonesia Unit.

  1. Bank Bumi Daya (BBD)

BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemdian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Bumi Daya.

  1. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
  1. Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962.

  1. Bank Tabungan Negara (BTN).

BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.

  1. Bank Mandiri

Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembanguna Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim). Hasil merger keempat ini ddilaksanakan pada tahun 1999.

Kelembagaan

Sejarah kelembagaan BankIndonesia dimulai sejak berlakunya Undang-undang (UU) No.11/1953 tentang penetapan Undang-Undang Pokok Bank  Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953. Dalam melakukan tugasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Moneter, Direksi, dan Dewan Penasehat. Ditangan Dewan Moneter inilah, kebijakan moneter ditetapkan, meski tanggung jawabnya berda pada pemerintah. Setelah sempat dilembur kepada bank tunggal, apada masa awal orde baru, landasan Bank Indonesia berubah melalui UU No 13/1968 tentang Bank Sentral. Sejak saat itu, Bank I ndonesia berfungsi sebagai bank sentral dan sekaligus membantu pemerintah dalam pembangunan dengan menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah dengan bantuan Dewan Moneter. Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi dipimpin oleh Dewan Moneter. Setelah orde baru berlalu, Bank Indonesia dapat mencapai independensinya melalui UU No.3/2004. Sejak saat itu, Bank Indonesia memiliki kedudukan khusus dalam struktur kenegaraan sebagai lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan pemerintah dan / atau pihak-pihak lain.

Namun, dalam melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, dan transparan, Bank Indonesia harus mempertimbangkan pula kebijakan umum pemerintah dibidang perekonomian.

Baca juga: