Sifat Penelitian

Sifat Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bersifat deskriptif (Deskriftive Research) yaitu peneliti berusaha menggambarkan atau memaparkan dan menjelaskan suatu keadaan yang didasarkan pada gejala-­gejala serta fakta yang berkembang dan diperoleh di masyarakat yang kemudian dikaji berdasarkan data-data yang berhubungan dengan masalah penyelesaian sengketa melalui mediasi sebagai bentuk alternatif penyelesaian masalah antara para pihak.

  1. Jenis Bahan Hukum

Bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.

  1. Bahan Hukum Primer

Adapun bahan hukum primer yang dianalisis dalam penelitian ini antara lain :

  1. a)Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
  2. b)Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
  3. c)Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
  4. d)Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
  5. e)Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama Menerapkan Lembaga Damai.
  6. f)Surat Edaran Mahkamah Agung RI 1 Tahun 2002, tentang Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama Menerapkan Lembaga Damai, eks Pasal 130 HIR/154 Rbg.
  7. g)Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
  8.  Bahan Hukum Sekunder

Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum yang dipergunakan sebagai penunjang atau untuk memperkuat bahan hukum primer yang ada, sehingga dapat membantu peneliti untuk membahas dan menganalisis permasalahan hukum yang timbul. Bahan hukum sekunder dalam penelitian  ini adalah berupa literatur-literatur hukum dan pendapat-pendapat para ahli hukum yang berkaitan dengan pokok masalah dalam penelitian