Sikap dalam kehidupan

Sikap dalam kehidupan

Sikap dalam kehidupan
Sikap dalam kehidupan

Konon ada seorang Professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana sang Professor berjumpa dengan seseorang yang tak mungkin ia lupakan, namanya Ralph, yang diberi tugas menjemputnya di bandara.

Ketika berada di bandara, Ralph sering menghilang. Ada saja yang dilakukannya; ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setelah itu, ia selalu kembali ke sisi sang Professor dengan tersenyum lebar.
Waktu di dalam mobil, mereka bercakap cakap.

“Dari mana anda belajar melakukan semuanya itu?” tanya sang professor.
“Melakukan apa ?” tanya Ralph.
“Dari mana anda belajar bersikap seperti ini ?!” desak sang Professor.
“Oh….”, kata Ralph,”Selama perang, saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.”

Lalu ia bercerita sewaktu ditugaskan di Vietnam. Ia dan timnya bertugas membersihkan ladang ranjau dan harus menyaksikan satu persatu teman-temannya tewas terkena ledakan ranjau.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya. “Selalu tegang di setiap langkah, saya tidak tahu apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir bagi saya. Yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat kaki dengan aman adalah mensyukuri langkah sebelumnya. Saya kira sejak itulah, saya menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, anugerah baru, dan kesempatan baru.”

❖ KEMULIAAN HIDUP tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.
❖ NILAI MANUSIA tidak ditentukan oleh bagaimana cara ia mati, tapi bagaimana cara ia hidup.
❖ KEKAYAAN MANUSIA bukan apa yang ia telah peroleh, tapi apa yang ia telah bagikan.

“Nikmatilah setiap langkah hidup, karena setiap langkah hidup kita adalah anugerah Sang Khalik”

Sumber : https://aziritt.net/