Teori Pembelajaran

Teori Pembelajaran

Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar  pada siswa.

Motivasi siswa baik ekstrinsik dan instrinsik akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Menurut Meece dan Blumenfild, ada kolerasi positif antara hasil belajar dengan motivasi, semakin kuat dan tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Guru harus berperan sebagai motivator, selain itu guru juga harus dapat menciptakan proses belajar yang menantang siswa untuk berfikir kreatif.

Selain motivasi penggunaan alat peraga dalam pembelajaran sangat dibutuhkan sesuai dengan karakteristik anak, menurut Teori Piaget anak usia 7 – 11 tahun termasuk periode operasional kongkrit (concrete operational period) dimana hal-hal yang bersifat kongkrit lebih mudah dipahami dibanding yang abstrak. Pada masa ini juga anak menganggap bahwa kehidupan adalah bermain. Penggunaan alat peraga akan sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.

Guru juga harus mampu mengadakan variasi dalam pembelajaran baik alat peraga maupun metode yang digunakan. Pengadaan variasi dalam pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut :

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  2. Mengurangi kebosanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
  3. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa pada hal-hal yang sedang dipelajari.

Suciati (2003), motivasi merupakan dorongan, dan dorongan tersebut dapat berupaintrinsic motivation (dorongan dari dalam diri) dan extrinsic motivation (dorongan dari luar)

Menurut Robert Gagne, aktifitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu menjelaskan tujuan pada siswa, memberikan bimbingan belajar dan menilai kemampuan siswa.

Menurut Puji Santosa, dkk (2008) tujuan penggunaan teknik diskusi agar siswa dapat mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah, menyampaikan pendapatnya dengan baik dan benar serta dapat menghargai orang lain.

Hargreaves (dalam Hopkins, 1993) Sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri para guru telah berhasil

pula meningkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa.