Teori Propaganda

Teori Propaganda

Teori Propaganda

  • Salah satu teori tentang Ilmu Komunikasi (Communicology) adalah “Pernyataan antar manusia yang bersifat umum dengan menggunakan lambang-lambang yang berarti.”

Webster’s Third New International Dictionary tentang Propaganda mengemukakan sebagai berikut:

“Doktrin, idea/gagasan/pemikiran, argumentasi/alasan/bantahan, fakta, pernyataan yang disebarkan secara sengaja melalui sesuatu medium/sarana komunikasi untuk meneruskan maksud seseorang guna menumbuhkan suatu gerak atau untuk menghancurkan kehendak yang bertentangan dari pihak lainnya”.


  • Dalam kamus yang sama tetapi cetakan ke 5 Tahun 1975 dikemukakan sebagai berikut:

“Pernyataan, fakta, pendapat/opini, argumentasi dan lain sebagainya disebarkan secara sistematis dengan tujuan untuk membantu atau merusak seseorang, kelompok, lembaga atau gerakan. Penyebar informasi (pesan) sedemikian, sekarang ini seringkali tidak mengindahkan sesuatu yang kurang benar/nyata, distorsi/pemutar balikan. Menurut kenyataan usaha sedemikan terutama dilakukan oleh partai politik”.


Dapatlah kiranya diketahui, bahwa antara rumusan dalam terbitan ke Tiga dan ke Lima terdapat perbedaan, sabagai akibat dari berbagai pengalaman dan fakta serta pengamatan dan pendekatan yang dilakukan/diperoleh perumus kamus tersebut selama perkembangannya.


Dengan demikian, maka dikemukakan oleh perumus-perumus dari kamus tersebut, bahwa dalam cetakan ke-3 “dengan sengaja melakukan usaha merubah tingkah laku agar  sesuai dengan pola dari komunikator”, sedangkan dalam cetakan ke-5, pelaku propaganda disamping “melakukan penyebaran pesan dengan sengaja juga mengabaikan sesuatu kebenaran atau sesuatu pemutar balikan, dengan kata lain semua usaha dihalakan demi tujuan”.


Harrold Laswell, menyebut bentuk propaganda seperti yang diuraikan di atas sebagai suatu “symbolic interaction” atau “interaksi yang simbolis”. Ia membandingkan dengan propaganda “of the deed” atau propaganda dengan “perbuatan nyata”, yang merupakan suatu variasi penting dalam propaganda politik.


  • Encyclopaedi Britannica volume 18 halaman 580 mengenai “propaganda of the deed” menjelaskan sebagai berikut:

“Efek komunikasi kadang-kadang didapat dengan menerapkan sarana fisik yang biasanya tidak digunakan untuk keperluan. Tindakan pembunuhan bukanlah suatu metoda komunikasi, namun demikian pebunuhan dalam bahasa ‘lisan’ sehari-hari (spoken of) adalah sebagai ‘propaganda dengan perbuatan nyata’, seperti halnya dengan pembunuhan politik yang digunakan untuk mempengaruhi sikap”.


  • Telah dikemukakan terlebih dahulu, bahwa penggunaan kekerasan dan semacamnya tidak termasuk dalam propaganda, namun demikian para ilmuwan telah memberikan suatu justifikasi atau pembenaran terhadap penggunaan kekerasan atau propaganda “of the deed”, dengan merumuskan sebagai berikut:

“Suatu kegiatan atau peragaan oleh publik dengan tujuan atau mencapai efek dalam meneruskan sesuatu maksud atau menghalangi sesuatu keinginan tertentu”.


Dengan kata lain, para perumus dari Webster’s Third International Dictionary tidak membiarkan kegiatan “propaganda of the deed” tanpa suatu landasan teoritis, sehingga dengan demikian ia membuktikan bahwa sebenarmya propaganda dengan kekerasan itu ada dan khususnya diterapkan dalam bidang propaganda politik. Selanjutnya, dalam kaitan dengan “bentuk” lain dari propaganda sebagai “symbolic interaction” yang merupakan tandingan dari “Propaganda of the deed” tersebut terdapat berbagai rumusan sebagai berikut:


  • Qualter

“Propaganda adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja oleh beberapa individu atau kelommpok untuk membentuk, mengawasi atau mengubah sikap dari kelompok-kelompok lain dengan mengggunakan media komunikasi dengan tujuan bahwa pada setiap situasi yang tersedia, reaksi dari mereka yang dipengaruhi akan seperti yang diinginkan oleh si propagandis.”

Inti dari teori Qualter adalah menyangkut kepada: Secara sengaja memodifikasikan sikap dengan menggunakan komunikasi.


  • Lasswell

“Propaganda dalam arti yang luas, adalah bentuk teknik untuk mempengaruhi kegiatan manusia dengan memanipulasikan representasinya (representasi dalam hal ini berarti kegiatan atau berbicara untuk suatu kelompok).”

Dari rumusan tersebut digambarkan suatu pendapat, bahwa komunikasi bukanlah satu-satunya medium baginya.


Sumber: https://avemar.co.id/isoland-2-apk/