Was-Was Dampak Buruk Pandemi Corona Para Penjual Mobil Bekas

Pelaku pasar mobil bekas menyatakan was-was menghadapi bulan April dan Mei 2020 atau periode puasa dan Lebaran. Pelaku usaha juga pesimistis penjualan akan meningkat pada periode itu layaknya tahun-tahun sebelumnya. Faktor utama yang memengaruhinya ialah wabah virus corona (COVID-19).

Suzuki Auto Value, layanan jual beli mobil bekas sah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), juga tidak menampik akan ada potensi penurunan untuk sejumlah bulan ke depan. Suzuki sendiri menyatakan optimistis bahwa penjualan tidak bakal terperosok terlampau dalam pada April dan Mei.

“Kami di Auto Value melihat bisa jadi penurunan tersebut ada namun belum merasakannya sampai ketika ini,” kata Business Development Head PT SIS Hendro Kaligis.

Hendro menuliskan pada dua bulan terakhir (Januari dan Februari) terjadi penambahan permintaan mobil bekas. Permintaan, klaim dia, sempat turun pada Februari. Hanya saja dia tak mau untuk mengemukakan secara mendetail angka penjualan.

“Mengingat mobil ini ialah kebutuhan tersier, pola pembeliannya memerlukan waktu lebih panjang. Artinya, orang yang perlu tetap bakal butuh, meskipun terdapat Corona. Mungkin daya belinya turun namun kebutuhannya tetap ada,” ucapnya.

“Jadi April dan Mei tiarap sudah,” kata Herjanto

Dia menuliskan menjelang dan ketika Ramadhan permintaan mobil bekas meningkat, khususnya untuk kebutuhan mudik masyarakat pada ketika lebaran. Namun dengan diperpanjangnya status terpaksa COVID-19 sampai 29 Mei, Herjanto yakin pasar mobil bekas akan terpukul jatuh.

“Begitu masuk April sedih, saat kejadian corona tambah tidak sedikit orang enggak dapat pulang kampung, mobil pun enggak dibeli, ketika itulah turun,” ucapnya.

Sumber: